Search
Close this search box.

Mengenal Apa Itu PPN dan Pemberlakuannya Bagi Kendaraan

Hyundai Ioniq 5

Apa itu PPN? Sudahkah Anda tahu tentang aturan pajak di Indonesia?

Ketika Anda membeli kendaraan, komponen yang harus Anda bayarkan bukan sekadar harga dasar kendaraan tersebut. Terdapat komponen lain yang harus dibayar seperti PPN.

PPN (Pajak Pertambahan Nilai) merupakan salah satu jenis pajak yang dikenakan atas penjualan barang dan jasa di Indonesia. PPN diterapkan pada setiap tahap produksi dan distribusi barang serta penyediaan jasa, dan pada umumnya ditanggung oleh konsumen akhir.

Pada setiap transaksi jual-beli, pelaku usaha akan menambahkan PPN pada harga barang atau jasa yang ditawarkan. Besarnya tarif PPN saat ini di Indonesia adalah 10% dari harga barang atau jasa yang dikenakan PPN. Tarif PPN dapat berbeda untuk beberapa jenis barang dan jasa tertentu.

Penerima PPN adalah negara, yang mengumpulkan PPN dari pelaku usaha dan digunakan untuk pembiayaan berbagai kegiatan pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan lain sebagainya. PPN juga menjadi sumber pendapatan utama bagi pemerintah dalam menjalankan fungsi-fungsi negara. Dalam sistem PPN, pelaku usaha yang terdaftar diwajibkan untuk mengumpulkan PPN dari konsumen dan melaporkan serta menyetorkan jumlah PPN yang terkumpul kepada Direktorat Jenderal Pajak setiap periode tertentu.

PPN memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara, karena dapat memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan pemerintah dan digunakan untuk membiayai berbagai program dan kegiatan pembangunan.

Apa Saja Barang yang Terkena PPN?

Anda sudah memahami apa itu PPN di Indonesia. Kini, saatnya untuk mengetahui barang-barang yang dikenai PPN. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dikenakan pada sejumlah barang dan jasa di banyak negara, termasuk Indonesia. Berikut adalah beberapa contoh benda yang umumnya terkena PPN di Indonesia:

Barang Konsumsi

Produk-produk seperti makanan, minuman, pakaian, sepatu, elektronik, peralatan rumah tangga, kendaraan bermotor, perhiasan, dan barang-barang konsumsi lainnya biasanya dikenakan PPN.

Jasa Konsumsi

Beberapa jenis jasa, seperti jasa pelayanan restoran, jasa salon kecantikan, jasa reparasi, jasa kebersihan, jasa transportasi (seperti taksi dan angkutan umum), jasa pariwisata, dan jasa hiburan, biasanya juga dikenakan PPN.

Properti

Pembelian properti baru seperti rumah, apartemen, atau bangunan komersial yang dilakukan oleh pengembang atau perusahaan konstruksi biasanya juga dikenakan PPN.

Barang-Barang Impor

Barang-barang yang diimpor ke Indonesia juga dikenakan PPN sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ada juga barang dan jasa yang dikecualikan atau dikenakan tarif PPN yang lebih rendah, tergantung pada peraturan perpajakan yang berlaku di masing-masing negara. Jadi, penting untuk merujuk pada undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia untuk informasi yang lebih spesifik.

Berapa PPN untuk Mobil Konvensional dan Mobil Listrik?

Pada umumnya, PPN yang dikenakan untuk mobil baru di Indonesia adalah sebesar 11% dari harga jual. PPN ini biasanya sudah termasuk dalam harga yang ditampilkan oleh dealer atau penjual mobil.

Selain PPN, ada juga pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang dikenakan untuk mobil baru. Tarif PPnBM bervariasi tergantung pada jenis mobil, kapasitas mesin, dan tingkat efisiensi bahan bakar. Tarif PPnBM untuk mobil baru saat ini terdiri dari beberapa kategori, mulai dari 0% hingga 125%. 

Untuk mobil bekas, tidak ada PPN mobil yang dikenakan karena PPN hanya berlaku untuk barang-barang baru. Namun, ada pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang dikenakan untuk mobil bekas impor. Tarif PPnBM untuk mobil bekas impor juga bervariasi tergantung pada kapasitas mesin dan umur mobil.

Berbeda dari mobil bekas, untuk mobil listrik, Anda bisa mendapatkan keistimewaan PPN. Pemerintah sendiri berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon dan meningkatkan penggunaan kendaraan listrik. Sehingga, pemerintah menyelenggarakan subsidi pada mobil listrik berupa potongan PPN sebesar 10% sehingga pembeli hanya perlu membayar 1% saja.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Hyundai IONIQ 5, mobil listrik terkini andalan Hyundai juga akan mendapatkan subsidi itu lantaran telah memenuhi persyaratan TKDN 40 persen.

Dalam sebuah wawancara pada April 2023:

“Diperkirakan Hyundai akan memberikan subsidi Rp60-70 juta untuk IONIQ 5, tergantung variannya.” 

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)

Sumber:

https://www.hyundai.com/id/id/hyundai-story/articles/mengenal-apa-itu-ppn-dan-pemberlakuannya-bagi-kendaraan-0000000466?listPageUrl=%2Fid%2Fid%2Fhyundai-story%2Farticles&pageNum=1&m=N&s_word=

Share this Article

Related Posts